hpa1
 


YAYASAN PENOLONG PENDIDIKAN ANAK YATIM DAN MISKIN (YAPPENATIM) didirikan pada tanggal 17 Agustus 1985 dengan Akta Notaris AMIR SJARIFUDDIN, SH dengan nomor 16 tahun 1985, pada tanggal 17 Agustus 2006, oleh :

  1. Bapak Drs. H. Muhsan Effendi dengan alamat Denpasar ;
  2. Bapak Drs H Munadjat yang  sekarang menjabat Pengawas Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Klungkung ;
  3. Bapak Drs. Ansori A.Ma yang sekarang menjadi Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Nomor 2 Gianyar ;
  4. Almarhum Drs. H. Abdul Rachman. S.Ag, M.Pd.I , meninggal  dunia tahun 2005.

Dengan niat untuk membantu mengangkat derajat anak anak yatim dan miskin yang berasal dari pedesaan terpencil baik yang ada di Wilayah Kabupaten Gianyar maupun di wilayah Provinsi Bali. Baik lewat penyantunan keluarga maupun  lewat Panti Asuhan.


Perkembangan “Yayasan Penolong Pendidikan Anak Yatim dan Miskin (YAPPENATIM)“ Gianyar sejak tanggal 17 Agustus 1985 sampai dengan Januari 1986 menempati rumah kontrakan di Jalan Dalem Rai Nomor 31 Gianyar, Pebruari sampai dengan Juni 1986 menempati tanah wakaf di Kampung Pabewan, Desa Ketewel Kecamatan Sukawati, namun karena Masyarakat Muslim tidak menghendaki Lembaga Sosial dan Keagamaan ini berada diwilayahnya, maka Pengurus hijrah lagi ke Jalan Kalantaka (Dekat Kuburan Muslim) pada bulan Juli 1986,dengan mengontrak sebuah rumah lengkap dengan balai bengong  yang diperuntukkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar Informal yaitu shalat berjama’ah, wiridan, belajar mengaji Al Qur’an dan Madrasah Diniyah.

Sedangkan anak asuhannya baru mencapai  23 (dua puluh tiga) anak yatim dan miskin dan disekolahkan di tingkat Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Al Ittihad / berada di belakang Masjid Agung Al ‘Ala Gianyar dan yang tingkat SLTP di SMP Dwi Jendra dan SMP Wiyata Yadnya Gianyar.


Bulan Juli 1986 anak yang berjumlah 23 (dua puluh tiga) anak yatim dan miskin bertambah menjadi 35 anak dan mulai April 1987 mendapat bantuan dari Yayasan Dharmais Jakarta sebanyak 20 (dua puluh) anak.


Donatur untuk membiayai makan dan pendidikan mereka masih tersendat-sendat karena masih belum di kenal oleh Bapak dan Ibu muhsinin, namun tekad untuk mengangkat derajat anak anak yatim dan miskin tidak pernah pudar, terus berjalan walaupun dengan rasa sakit, perih, pedih dan penuh dengan fitnahan. Namun pada akhirnya ditangan Allah jua kemenangan dapat diraih oleh Panti Asuhan ‘ YAPPENATIM “ Gianyar.


Akhir tahun 1990 dalam keadaan sangat prihatin, datanglah seorang Perwira Polisi yang sedang bertugas di Polda Nusra, menanyakan tentang keberadaan Panti Asuhan YAPPENATIM Gianyar, agar mempunyai tempat sendiri dan Beliau menyuruh untuk mencari tanah dan Beliau akan membantu untuk membelikan seluas 800 M2, setelah dengan susah payah namun pasti maka tanggal 20 Desember 1990 terbayarlan uang  muka / tanda jadi pembelian tanah dimaksud. Semua adalah kuasa Allah untuk sisanya ada Perwira yang sedang berugas di Pkodam Udayana Denpasar, Beliau minta untuk ikut membeli seluas 750 M2 dan sisanya seluas 750 M2 di beli bersama-sama dengan Keluarga Besar Polda Nusra, Kodam Udayana, Perbankan dan Para Pengusaha yang ada di Denpasar, pada tanggal 15 Januari 1991 lunaslah pembayaran tanah wakaf seluas 2.300 M2.


Dengan dukungan para Bapak dan Ibu yang berada di Denpasar, Pengajian, Majelis Ta’lim, Peguyuban dan Korpri dari berbagai Instansi Pemerintah termasuk PT Garuda, PT Angkasa Pura I pembanguan 1 Unit bangunan ukuran 36 x 11 meter yang bahan bagunannya diangkut dengan tenaga manusia, karena belum mempunyai jalan masuk pada tanggal 1 Maret 1992 secara resmi menempati 1 (satu) Unit bangunan dengan 9 (sembilan) kamar masing-masing berukuran 4 x 9 meter, yang 7 (tujuh) kamar untuk asrama putra dan putri, sedangkan 2 (dua) buah kamar dihuni oleh Ketua Pengurus bersama keluarga. Bangunan ini dilengkapi dengan 1 (satu) unit bangunan untuk dapur dan Mushalla (separuh dapur dan separuhnya untuk Mushalla). Jumlah anak menjadi  60 (enam) puluh anak laki-laki dan perempuan.


Pada tanggal 17 Juli 1992 Pengurus membuka Madrasah Tsanawiyah 45, yang tempat belajarnya di serambi asrama dan berpeindah-pindah tempat, karena sedang dibangun.
Pada tahun 1990-an, perekonomian pada waktu itu tergolong subur, baik yang datangnya dari Pegawai Negeri maupun dari Para Pengusaha dan Majelis Ta’lim, pemasangan listrik tiangnya sebanyak 8 (delapan) buah di beri / disumbang oleh PLN / tidak membayar, dan biaya jalan masuk masih dalam kontrak di biayai oleh para Bapak Pejabat Perbankan, Polda Nusra, Kodam IX Udayana dan pengerasan jalan dibantu oleh Denzipur – 9 Gianyar.


Pada tanggal 17 Juli 1994 Pengurus membuka Madrasah Aliyah 45 dan dengan demikian seluruh anak asuhan yang terdiri dari anak-anak yatim dan miskin, kesemuanya belajar di dalam Panti Asuhan yaitu dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah 45 dan Madrasah Aliyah 45 Gianyar.


Pada tahun 1994, disebelah barat tanah wakaf yang ada terbelilah tanah seluas 1.700 M2 yang masih berupa kebun cengkeh, kopi dan kelapa diatas tanah ini dibangun rumah Ketua Pengurus, Kantor Panti, asrama guru yang bujangan, asrama putri, mushalla putri dan ruang Kuliah PGMI Pokjar Undar Jombang – Jawa Timur.
Pada tahun 1997, disebelah baratnya (tidak berdempet) terbeli juga tanah wakaf seluas 1.700 M2 yang sampai tahun 2005, tanah ini masih belum berisi bangunan.
Namun sejak tahun 2003 diatas tanah yang terjal di bangun 2 (dua) buah bangunan yang pertama yaitu  bangunan  fondasi  dan  pengecoran  Lantai I yang berukuran 17 M x 15 M yang kedua juga berada diatas tanah tersebut dibangun sebuah bangunan berukuran 11 M x 9 Meter yang kedua bangunan tersebut untuk asrama putri, Mushalla dan MCK Putri. Alhamdulillah, Sampai saat ini telah mempunyai yang cukup memadai. Dan yang masih harus ada perbaikan/finishing  untuk menjadikan lebih tertata rapi sehingga menjadikan suasana yang lebih nyaman, aman dan kondusif.

Dalam pengembangan jumlah anak, yaitu pada tahun pelajaran ini jumlah anak yang ada di dalam Panti Asuhan berjumlah 127 Anak asuh, yang keseluruhan Anak asuh menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Al Ittihad, Madrasah Tsanawiyah 45 dan Madrasah Aliyah 45 Gianyar yang berada dilingkungan YAPPENATIM. Sebagaimana terlampir, dan mereka itu sekolahnya gratis dari SPP, uang Semester dan Ujian Akhir Negara, kesemuanya di biayai oleh Para Dermawan (donatur) melalui Pengurus Panti Asuhan ‘ YAPPENATIM ‘ Gianyar.

Bagi mereka yang sudah tamat di Madrasah Aliyah 45 Gianyar, mereka ada yang bekerja di Denpasar, Ubud, baik sebagai Teknisi Komputer di Rimo Plaza Denpasar, Karyawan Toko, Meubel, Restoran, Hotel, Kafe dan pada tahun 2005, sebanyak 10 (sepuluh) orang Alumni diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Lanjutan  Pertama di Kantor Departemen Agama dan tahun sebelumnya juga ada yang dingkat menjadi Guru Pendidikan Agama Islam di Wilayah Jemberana / Negara.

Sedangkan yang tidak bekerja di luar / pulang, yaitu ikut dengan Pengurus dan mengajar adik-adiknya baik lewat formal, informal maupun nonformal dan mereka di wajibkan untuk Kuliah baik di PGMI Undar Pokjar Gianyar maupun di STIT Al Mustaqim Negara Cabang Gianyar yang perkuliahannya dilaksanakan pada sore hari. Juga ada yang menjadi Karyawan, Tata Usaha, bekerja di Kopontren “17 Agustus” Gianyar, pengembangan life skill di bidang teknologi informatika, dibidang agrobisnis  dan ada pula yang menjadi tukang batu untuk ikut membangun di Panti Asuhan.


 
 
 
 
 
 
Copyright © 2010. www.yappenatim-panti.info